Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmat-Mu yang Engkau ‎kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh ‎yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat ‎keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku dari orang-orang ‎Islam (yang tunduk patuh kepada-Mu)‎

Selasa, 12 April 2011

‎10 PERINGATAN BUMI‎

Untuk peringatan pada kita semua yang sering alpa dengan keindahan dunia yang hanya ‎palsu belaka. Sedarlah bahawa bumi sentiasa berkata-kata dengan manusia namun masih ‎ramai lagi manusia yang lalai dan leka.

Berkata Anas Bin Malik r. a; Sesungguhnya setiap hari bumi menyeru kepada manusia ‎dengan sepuluh perkara;

‎1. Wahai anak Adam! Berjalanlah di atas perutku, tetapi ingatlah! Engkau akan dimasukkan ‎ke dalamnya kelak.

‎2. Engkau melakukan maksiat di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan diazab di ‎dalam perutku.

‎3. Engkau ketawa di atas perutku, tetapi ingatlah! Engkau akan menangis di dalam perutku.

‎4. Engkau bergembira di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan kecewa di dalam ‎perutku.

‎5. Engkau mengumpul harta di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan menyesal di ‎dalam perutku.

‎6. Engkau makan benda yang haram di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan ‎dimakan oleh ulat di dalam perutku.

‎7. Engkau angkuh di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan dihina di dalam perutku.

‎8. Engkau berlari dengan riang di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan jatuh di ‎dalam perutku dalam keadaan dukacita.

‎9. Engkau hidup di dunia bersiramkan cahaya matahari, bulan dan bintang di belakangku, ‎tetapi ingatlah! Engkau akan tinggal dalam kegelapan di dalam perutku.

‎10. Engkau hidup di atas belakangku beramai-ramai, tetapi ingatlah! Engkau akan ‎keseorangan di dalam perutku.‎

Lelaki bernama AYAH....

Suatu ketika, ada seorang anak kecil bertanya
kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap ‎wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, ‎disertai suara batuk-batuknya.

Anak itu bertanya pada ayahnya : "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut ‎dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok ?" Demikian pertanyaannya, ‎ketika ayahnya sedang berehat di beranda.

Si ayah menjawab : "Sebab ayah lelaki."

Anak itu berkata sendirian : "Saya tidak mengerti"...

Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa ‎kebingungan.

Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu, terus menepuk-nepuk ‎bahunya, kemudian si ayah mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti ‎tentang lelaki." Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah ‎kebingungan.

Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya ‎kepada ibunya : "Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian ‎hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan ‎dan rasa sakit ?"

Ibunya menjawab : "Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab ‎terhadap keluarga itu memang akan demikian."

Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, ‎tetapi dia tetap juga masih tercari-cari jawapan, mengapa wajah ayahnya yang ‎tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia ‎mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang ‎terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai jawapan rasa ‎kebingungannya selama ini.

‎"Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta ‎sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha ‎untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan ‎terlindung."

‎"Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting-tulang ‎menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk ‎melindungi seluruh keluarganya."

‎"Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang ‎berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya ‎tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya".

‎"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang ‎menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, ‎demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan ‎kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga ‎perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat ‎semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-‎payahnya."

‎"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat ‎dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya ‎keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan ‎kerapkali menyerangnya".

‎"Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai ‎dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun juga, walaupun ‎tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.

Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman ‎pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah ‎yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-‎anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."

‎"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan ‎pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat ‎mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-‎anaknya."

‎"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan ‎pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia ‎terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan ‎bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka, walaupun ‎seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan ‎kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta ‎saling menyayangi."

‎"Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa ‎berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar ‎keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang ‎terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang ‎bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha ‎mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, ‎kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya."

‎"Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, ‎sebagai tiang penyangga ( seri / penyokong ), agar dapat dipergunakan dengan ‎sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun ‎sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."
Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga ‎menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ‎ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

‎"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah."

Ambillah Waktu Untuk....

Ambillah waktu untuk berfikir,itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain,itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi,
Ambillah waktu untuk berdoa,itu adalah sumber ketenangan,
Ambillah waktu untuk belajar,itu adalah sumber kebijaksanaan,
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai,itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan,
Ambillah waktu untuk bersahabat,itu adalah jalan menuju kebahagiaan,
Ambillah waktu untuk tertawa,itu adalah muzik yang menggetarkan hati,
Ambillah waktu untuk memberi,itu adalah membuat hidup terasa bererti,
Ambillah waktu untuk bekerja,itu adalah nilai keberhasilan,
Ambillah waktu untuk beramal,itu adalah kunci menuju syurga ‎